Free Cursors
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2009

Got Fever for Almost a Week, Alhamdulillah


I am sick now, I've got fever for almost a week. It just happen so suddenly.
My voice start to change too, well it's funny sometimes. Influenza.
Got pain on my head at night, and my fever increase dramatically at night too.
I am not going college yesterday, just trying to work at home from my laptop.

Not sure, I can go to college for tomorrow .

So, what is that the tittle mean "Got Fever for Almost a Week, Alhamdulillah"?
Yes, Alhamdulillah I've got fever. So then I know Allah subhanallahuwata'ala Loves me ....,
because I have a lot of sins.

Fever wipes out one’s sins and rids body from dead substances and germs. It is a blessing in disguise.

Alhamdulillah for everything what have comes to me ...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

The Prophet  sallallaahu  `alayhi  wa  sallam ( may  Allaah exalt his mention ) said:

“When a believer gets sick or feverish, it is like metal when put on fire, the bad is gone and the good remains.” [Al-Bayhaqi]

He  sallallaahu  `alayhi  wa  sallam ( may  Allaah exalt his mention ) also describes the intensity of fever by saying:
“Fever is coal from hell, get rid of it by using cold water.” [Ibn Maajah]

The Prophet  sallallaahu  `alayhi  wa  sallam ( may  Allaah exalt his mention ) forbade the cursing of fever by saying:

“Do not curse a fever because it abolishes sins like fire abolishes dirt from iron.” [Ibn Maajah]


Imaam Ibn Al-Qayyim  may  Allaah  have  mercy  upon  him said: “I remember once, when I was feverish, a poet cursing the fever, saying.

The sin purifier has visited and left.

How evil it is when visiting and when leaving

She asked while getting ready to leave What do you want?

I replied, to never come again.

I said, shame on him, he cursed what the Prophet  sallallaahu  `alayhi  wa  sallam ( may  Allaah exalt his mention ) forbade to be cursed. If he had said:

The severe-sin cleanser has visited.

Greetings to it while visiting and while leaving

She asked while getting ready to leave What do you want?

I replied, to not leave.

It would have been better for him and it still would have left."

Kamis, 19 Februari 2009

Thinking of My Life in The Next 6 Months


Abu Hurairah (r.a.) narrated that Allah’s Messenger (sallallahu ‘alayhi wa sallam) said: “A Muslim is one from whose tongue and hand the Muslims are safe and a believer is one in whom people place their trust in regard to their life and wealth.
(Tirmidhi Hadith 33 and Nasa‘i)


Its rain now in my country, and I am writing this while I am trying to finish my minithesis in my room. Almost done on Chapter IV. I can smell the fresh air :) , I mean trully fresh air because of the rain drop.

And start to think again and again, what would I be in the next 6 months. Am I stay here on my town or I go in somewhere. First of all, the fisrt on my plan is only how to make my online business succed and grow. It was my plan, Allah Subhanallahu wata'ala know best for me. Now, I am on the way .

By the way, last night I met a sister on chat from Guatemala named Amira Mayorga or known in islam name as Aisya Mayorga. She is convert and you can read her site on my sister list on my blog. Very nice to met her, I always happy to met new sister in Islam although I have many islam friend in my daily life (almost all) but not all go through islam path properly. That caused me looking for a sister which I have the same feeling, trying to be on true islam. And writing is always erase my tears.

Ok, I cann't wrote long enough because I should go back to my study.


~ Thursday, 19 February 2009 ~

Jumat, 13 Februari 2009

Niqab That I Plan to Buy


This is very sweet niqab, I plan to buy this one. Here is the site if you want it too :
Sunnah Style

I dont know when I will wear it, maybe when I go to majlis. InsyaAllah...

Kamis, 05 Februari 2009

Rindu Pada Kamera ku


Diambil dari catatanku :
Kamis, 18 Desember 2008
Meski kamera itu sudah tua dan jelek :)


~~

Setelah membaca buku Meutya Hafid, "168 Jam Dalam Sandera (Memoar Jurnalis Indonesia Yang Disandera Di Irak)" untuk sebentar meninggalkan pengerjaan Analisis Sistem Tugas Akhir saya. Entah kenapa tiba-tiba rasa rindu pada kamera ku menyeruak, kamera yang dulu biasanya aku buat mengambil gambar untuk pembuatan film pendek. Kurang lebih empat tahun yang lalu. Masa-masa ketika saya begitu bersemangat mengambil gambar, membuat skenario dan menjadikannya film-film pendek.

Masa ketika saya masih berseragam putih abu-abu dan mendapatkan kabar dari panitia bahwa film pendek yang saya buat masuk nominasi, membuat hari saya waktu itu rasanya indah sekali...=) Saya jadi tersenyum sepanjang hari. Meskipun tidak diberangkatkan untuk ke Gala Awards Night di Melbourne, saat itu saya sudah puas membayangkan orang-orang yang ada disana. Film saya ditayangkan di Capital Theater Melbourne dan disaksikan banyak orang pada saat Gala malam itu. Kemudian film tersebut "berputar" ke beberapa negara, waktu itu saya sudah cukup puas.

Mengenang ketika susahnya mengambil gambar di dalam kereta api, mencari lokasi dan kadang-kadang "menyenangkan" juga melihat wajah panitia yang terkadang tidak menyangka bahwa yang memegang kamera adalah perempuan. Belum apa-apa saya sudah bangga duluan..., padahal sekarang juga banyak perempuan yang "mengambil" gambar.

Selain rindu pada kamera, saya juga rindu menulis essai namun karena susahnya membagi konsentrasi, sekarang yang saya tulis adalah bahasa pemrograman. Sungguh tidak pernah terbayangkan oleh saya sebelumnya, jalan hidup begitu berbeda. Kadang mata saya berkaca-kaca karena hal ini tapi saya tidak tahu pasti apa yang membuat saya sedih, mungkin karena sudah sekitar empat tahun saya berusaha mencintai apa yang saya kerjakan saat ini sebagai mahasiswi teknik informatika. Yang tentunya jauh berbeda dengan apa yang biasa saya lakukan empat tahun yang lalu.

Masa ketika beradaptasi dengan perkuliahan, ketika mencoba bekerja sambil kuliah ketika semester 6. Bekerja di kantor Hubungan Internasional dengan jam masuk kantor minimum 80 jam dalam 1 bulan, untuk ukuran part time cukup membuat berat badan saya sempat turun dan sering kali kuliah dengan wajah pucat karena kecapekan. Karena terkadang kuliah di pagi hari, siangnya ke kantor dan sore kuliah lagi. Besok paginya berangkat ke kantor dan siang kuliah lalu kembali lagi ke kantor. Begitu seterusnya selama satu semester.

Hikmah dan pelajaran harus dibayar dengan waktu dan tenaga, hal itu benar-benar nyata adanya. Dari pengalaman tersebut dan kontrak kerja telah habis, saya tidak lagi memikirkan bekerja part time di kantor dan akhirnya mempelajari on-line business yang saat ini sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Alhamdulillah, meskipun mempelajarinya kadang tidak tidur setidaknya sudah ada pemetaan pikiran. Yang terpenting dari berbisnis adalah hal tersebut halal, tentu tidak ada yang mau kelak memakan api neraka. Tidak rela jika makanan yang tidak halal masuk ke tubuh dan menjadi darah daging kita.

Kalaupun penghasilan masih sedikit, itu seharusnya tidak menjadi alasan. Namun merupakan hikmah agar lebih banyak belajar dan bekerja lebih keras.

Seharusnya saya banyak bersyukur...Semua pasti ada masanya, ada saatnya dan sekarang masih banyak yang harus diselesaikan. Mungkin ini ujian dari Allah supaya saya banyak bersabar. Bismillah..., siapa yang tidak ingin kelak disapa oleh malaikat 'Salamun 'alaikum bima shabartum'.

Seperti yang dikatakan Al-Fudhail bin Iyadh yang pernah mendengar seseorang mengadukan cobaan yang menimpanya. Maka dia berkata kepadanya."Bagaimana mungkin engkau mengadukan yang merahmatimu kepada orang yang tidak memberikan rahmat kepadamu?"

Sebagian orang Salaf yang shalih berkata :"Barangsiapa yang mengadukan musibah yang menimpanya, seakan-akan dia mengadukan Rabb-nya".

Dan kalaupun saya rindu menulis essai, bukankah ini juga merupakan menulis ringan =)
Walaupun tidak bisa dikatakan sebagai tulisan dengan T besar.


Berkata Imam Nawawi


Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu maka hilanglah cintaku padamu.
[Imam Nawawi]